Rabu, 26 Oktober 2016

Novel ATHIRA



  
    Assalamualaikum sebelumnya saya mengucapkan selamat beraktivitas, pada hari Kamis 27 Oktober 2016 saya berkesempatan kembali merajuk aktivitas di Blog saya *hehehe....
  
   Senang sekali karena selama beberapa hari ini saya harus menyelesaikan bacaan dari beberapa Novel yang keluarannya cukup lawas tapi tetap menyimpan banyak nilai-nilai yang dapat di peruntukkan untuk analisis atau objek tugas kuliah saya. Dan dengan kata lain masih ada beberapa Novel lagi yang harus saya baca.

  Saya menyelesaikan untuk membaca Novel Athira benar-benar menguras emosi saya hampir dua hari dua malam saya selalu penasaran dengan seri-seri kisah yang di suguhkan. Jujur kalau saya menanggapi kandungan dari Novel ini sendiri saya langsung menangkap satu point yang membahas tentang hiruk-pikuk dunia Poligami. Yah, meskipun usia saya masih belum terlalu matang jika membahas perihal ini, tapi saya belajar bagaimana sosok Athira atau yang biasa di panggil oleh anak-anaknya dengan sebutan Emma.

  Nah, ketika saya membaca Novel ini saya juga belajar dan memahami bagaimana kehidupan seorang toko di Indonesia yakni Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak. Jusuf Kala.
Saya takjub dan tercengan melihat ketegaran seorang wanita yang harus dirundung Poligami, Athira dalam Novel ini di gambarkan sosok perempuan yang memiliki ketegaran, kesabaran dan tebahan bagi saya kesabaran Athira di coba ketika dia harus menelan pahit-pahit menyataan jika suami yang slama ini dia cintai.

  (Kalau tidak salah) ada buku yang sempat mengupas bagaimana sosok ibunda dari Bapak.Jusuf Kala. Namun dalam buku ini saya menganalisis sudut pandang yang digunakan dari Bapak. Jusuf Kalla sendiri yang dalam cerita tersebut sebagai anak laki-laki tertua. Mulai dari bagaimana sosok seorang Bapak. Jusuf Kala menjalani masa-masa remaja untuk menemani ibunda atau yang di panggil akrab sebutan Emma kala itu. Bagaimana Beliau mulai jatuh cinta dan bagaimana perjalanan pendidikan beliau. Dalam Novel ini menurut saya digambarkan cukup jelas.
 
 Pada bagian cerita terakhir yang berceritakan ketika Athira ketika di dera sakit hingga maut menjemputnya. Hehe jujur saja saya iri pada sosok Athira yang di gambarkan dalam novel ini, dia sosok perempuan dan ibu dari anak-anaknya yang memiliki kesabaran yang luar biasa.





NB : Hehehe.... sedikit bagaimana pendapat saya mengenai Novel ATHIRA ini. Biar gak penasaran dan cuman denger dari ulasan saya saja yuk silahkan baca saja langsung Novel Athira untuk membuang rasa penasaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGEMAS KECEWA

Tuhan pada hari ini.... "Aku benar-benar merasakan kecewa yang teramat dengan Manusia. Bolehkah Tuhan? sepertinya aku lelah atau ini ha...